Kumandra: Harapan yang Diharmonisasikan dengan Budaya
Raya and The Last Dragon
"dunia hancur karena tidak
ada yang bisa dipercaya
atau kita hancur karena tidak saling mempercayai"
Pertama kali melihat cuplikan filmnya, ditambah lagi latarnya memang difokuskan
di kawasan Asia Tenggara, saya langsung bertekad. Bertekad harus nonton.
Ditambah lagi film Raya and The Last Dragon merupakan film keluaran Disney
dan theme song-nya dinyanyikan
oleh Via Vallen dan Raisa.
Sebenarnya
kisah sang pahlawan yang berjuang untuk melawan pihak jahat sudah menjadi kisah
lumrah dan klise. Namun, entah mengapa, film ini benar-benar cocok sekali
ditongkrongi ketika kita sedang merenungi masa pandemi ini.
Sesuai dengan lagunya yang versi Indonesianya:
"Pilih Bersatu, Kita Teguh"
"Atau
Tercerai dan Runtuh"
Jujur, ketika dengar lagunya, benar-benar semangat. Entah mengapa, kuat banget korelasinya dengan kondisi masyarakat saat ini. Ketika isu virus, isu vaksin, belum lagi bantuan sosial, atau kasus korupsi melanda di tengah wabah ini. Rasanya berkorelasi sekali dengan tema cerita ini.
Raya yang merupakan keturunan dari Daerah Hati memulai petualangannya mencari Sisu, sosok naga yang dipercaya merupakan naga terakhir. Pengkhianatan yang dilakukan oleh Namari, anak dari Daerah Taring menjadi awal mula konflik dalam cerita ini.
Sisu, sang naga terakhir, mempunyai misi bahwa dengan bersatu, Drun akan bisa
dimusnahkan. Drun yang merupakan lawan dari sifat kebaikan naga semakin
mewabah. Ditambah lagi semua orang saling tidak percaya dan saling egois untuk menyelamatkan diri sendiri. Semakin hancur manusia, semakin makmur si Drun ini.
Ia menyebar api dan mengubah semua menjadi batu. Semua diliputi serpihan debu.
Pecahan bola naga yang ternyata merupakan gabungan kekuatan para naga harus segera dikumpulkan Raya. Kemudian beriringan dengan terkumpulnya pecahan bola itu, petualangan Boun, Noi, Tong, dan Namari yang nantinya gabungan kekuatan mereka akan membantu Raya, menjadi hal seru di film ini. Mereka ingin membantu agar dunia kembali membaik dan keluarga mereka dari Daerah Ekor, Cakar, Tulang, dan Taring bisa hidup lagi.
Seru asli, harus nonton. Dengan teknik persilatan yang benar-benar ke-Asia Tenggaraan, film ini menjadi media promosi budaya daerah di Asia Tenggara. Penggambaran tokoh-tokohnya yang sangat beragam menjadi keunggulan film ini juga. Walau mungkin kekurangannya terletak pada efek musik yang mungkin tidak sewaw musik film Disney biasanya, film ini tetap pantas jadi film terfenomenal tahun 2021.
Selamat
menonton. Selamat datang di Kumandra.
Mataram, di
Meja Kantor.


Komentar
Posting Komentar