Sebuah Penantian Bersama Jilid 1 (Masa CPNS)


Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimulai sejak September tahun 2018. Ribuan formasi terbuka untuk masyarakat yang niat mengabdi. Mengapa harus niat? Karena hingga sekarang saja, rasa was-was akan penyelesaian tes ini belum selesai. Tes administrasi adalah permulaannya.


Hampir jutaan pemuda, pekerja, hingga pengusaha berjuang untuk lolos. Lanjut ke tahap selanjutnya, peserta harus mempersiapkan kemampuan kognitif dan afektifnya dalam menghadapi Seleksi Kemampuan Dasar, seleksi dengan “Drama Passing Grade-nya”. Hingga sampai ke tahap Seleksi Kemampuan Bidang (SKB), seleksi dengan rangkaian jebakan paling mengesankan. Setelah itu, mereka yang lolos masih dihadang dengan tahap pemberkasan, tahap paling elit,  tahap yang tidak hanya butuh tenaga tetapi uang yang “cukup”. Kemudian sampailah ke tahap yang “paling mematikan”, masa menyepi menanti eSKa dan NIP. Itulah perjuangannya, di situlah nikmatnya, katanya.


Well, untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Repulik Indonesia sendiri membuka lowongan untuk 115 instansinya yang membutuhkan 637 orang CPNS. Alhamdulillah, saya bisa masuk di antaranya. Setelah pengumuman yang dulu juga begitu lama dan mendebarkan, saya dan kawan sejawat masih harus menjalani empat bulan masa penantian terakhir, penantian eSKa dan NIP.




Saya sangat senang ada grup untuk CPNS Kemdikbud. Keberadaan “grup virtual” ini sangat berarti. Media ini lah tempat kami berbincang, berbagi informasi, dan pastinya berbagi kegalauan. Keluhan, kisah pribadi, harapan untuk bangsa, intermeso, dan luapan emosi tertuang dalam kumpulan karya ini. Saya berharap dapat mengenang penantian berat ini sebagai salah satu masa indah dalam hidup. Aamiin.

Karya lengkap kami dimuat di link di bawah ini. Sempatkan untuk membaca ya😊

https://drive.google.com/file/d/1-3ky9mrDGPbvlzc7opJytHMK0NrmyAfd/view?usp=drivesdk

Komentar

Postingan Populer