Pada Suatu Masa di Kantor Bahasa


Setiap kementerian pusat, semenjak ada otonomi daerah, perlu mengirimkan wakilnya dalam mengurus kepentingan daerah yang berkaitan dengan pusat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai lembaga utama yang mengurus pendidikan dan kebudayaan  perlu tenaga ekstra dalam mengawasi perkembangan bidang mereka di 34 provinsi di Indonesia. Untuk itu, di setiap daerah muncullah anak-anak bawahan Kemdikbud RI. Anak pertama adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, anak kedua Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, dan terakhir Kantor Bahasa. Masing-masing lembaga memiliki andil dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di unit kerja tempat mereka ditugaskan.
Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat (KB NTB) menjadi bagian dari 30 Unit Pelayanan Teknis Kemdikbud RI yang tersebar di 34 Provinsi. Dengan seperti itu, segala urusan kebahasaan dan kebudayaan tercakupi dengan orang-orang pilihan yang ditempatkan di KB NTB.

Ada dua jabatan yang dipegang setiap pegawai KB NTB. Pertama adalah jabatan fungsional dan jabatan struktural. Tingkatannya mulai dari tingkat enam hingga sepuluh. Setiap tingkatan memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan visi dan misi kantor. Di sini,  saya tidak akan banyak membahas yang sifatnya terlalu teoretis karena melalui tulisan ini saya ingin memfasilitasi pembaca mengenai orang-orang yang berkutit di KB NTB dan perannya seperti apa.



Jika diibaratkan sebuah perempatan, pekerjaan di kantor itu walau secara teknis, ilmu, dan praktis berlainan, mereka saling berkaitan. Ibarat persimpangan, jika kita ke kanan, kita seperti menuju ke arah bahasa, kita belok ke kiri menuju ke arah sastra. Kemudian lurus khusus menuju budaya. Semua orang yang melewati persimpangan tersebut memiliki misi yang sama yaitu memartabatkan bahasa dan sastra Indonesia.


Kalau berhubungan dengan jalur bahasa, spesifikasi yang dibahas berhubungan dengan pendokumentasian bahasa daerah, penyuluhan, dan pemfasilitasan bahasa Indonesia. Program yang muncul, mulai dari penelitian bahasa daerah dan penyusunan kamus bahasa daerah, penyuluhan bahasa Indonesia kepada tenaga pendidik, serta program Uji Kemahiran Bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia Penutur Asing. Sementara di jalur seberang, tersedia ahli sastra yang mewujudkan visi dan misi kantor melalui pendokumentasian sastra daerah, pelayanan penerjemahan, dan pengadaan acara kesastraan. Kemudian jika melaju ke jalur lurus, kita akan menuju pengembangan kebudayaan Sasak, Samawa, dan Mbojo sebagai bagian dari penghuni Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengembangan kebudayaan itu dapat teraplikasikan dari program-program di jalur bahasa dan sastra. Secara gampangnya, jika kita menuju satu tempat, kita dapat melalui jalur mana saja, dan jalur tersebut dapat berhubungan satu sama lain. Hal yang sama juga terjadi dalam KB NTB.


Program-program tersebut dikelola oleh ahli bahasa dan ahli sastra. Oh iya, bagian penting dari KB Bahasa yang tidak boleh dilewatkan adalah pegawai struktural di bidang kepegawaian, bidang keuangan, dan perpustakaan juga turut andil atas perwujudan visi dan misi KB NTB.
Kalau teman-teman masih penasaran tentang program, lomba, dan apa punyang berhubungan dengan KB NTB langsung bertamu saja ke Jalan Dr. Sujono, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83116.


Sampai jumpa. Salam Literasi.




Komentar

Postingan Populer