Delapan Pekerjaan Ala Indonesia: Hanya Ada di Indonesia


Suatu sore, saya menunggu datangnya cara yang tepat agar bisa mendapat uang tanpa berkeringat. Ingin rasanya mendapat uang secara elegan di tengah renungan akan masa depan dan masa jodoh. Kemudian Allah dengan segala kebesarannya mengirimkan utusannya. Utusan yang mengesekusi harapan bodohku itu. Ia berkata “Dibeli, dibeli. Kertas bekas, panci robek, HP rusak. Semua yang bekas dan rusak bisa. Tapi tidak untuk pacar bekas dan hati yang hancur.” Waduh, tahu aja lagi mikirin itu. Well, emang kalau mau laku harus menarik perhatian, ada-ada aja abangnya. Ini ni guys, delapan profesi yang hanya di Indonesia yang menurut mimin masih bisa eksis di zaman milenial.


1. Abang rongsokan
                                        Sumber gambar:  google
Abang rongsokan nyatanya memang masih eksis karena masyarakat butuh uang. Walau sekarang sudah ada program bank sampah, masyarakat akan cenderung memilih cara paling efisien. Biasanya penghasilan abang rongsokan itu kalau lagi beruntung bisa berjuta-juta loh. Saya kurang tahu bagaimana proses daur ulagnya, intinya sekarang untuk memudahkan pekerjaan mereka, bukan gerobak lagi yang digunakan mengangkut barang rongsok yang didapat melainkan mobil bak terbuka.

2. Tukang jahit keliling
Nah ini pekerjaan termasuk pekerjaan penuh kerja keras dan kerja sabar. Keras untuk kuat melawan teriknya panas dan sabar melawan pelanggan yang nawarnya kelewatan. Pelanggan abang tukang jahit ini juga biasanya dari kalangan menengah ke bawah. Makanya gak heran pekerjaan ini mulai tergusur oleh banyaknya toko baju dengan harga murah. Kalau dilihat-lihat , orang sekarang jadi malas reparasi karena toh harga beli baju baru walau baju impor lebih murah daripada memperbaiki yang lama.

3. Tukang pijit
                                         Sumber gambar:  google
Saking populernya profesi ini, sering banget sinetron yang memasukkan pekerjaan tukang pijit ke dalam daftar karakter pemain. Sampai-sampai ada kaca mata khas tukang pijit. Menurut saya, ini akan terus ada sampai kiamat deh. Soalnya melihat mahalnya biaya berobat, orang-orang lebih senang memilih pengobatan tradisional ini. Hanya berbekal minyak dan pengalaman akan titik-titik darah, sang tukang pijit bisa merogoh kocek hampir ratusan ribu setiap harinya loh. Namun, kita sebagai konsumen juga harus hati-hati karena masalah urat dan titik darah itu mirip kayak masalah hati. Kalau sudah salah jalan bisa-bisa gak bisa balik ke jalur yang benar.

4. Tukang jamu keliling
                                         Sumber gambar:  google
Pekerjaan yang dulu identik dengan mbok-mbok yang aduhai montoknya dan manis senyumnya juga punya tingkat kepopuleran yang tinggi juga. Selain karena bahan-bahan tradisional yang acapkali menjadi materi utama minuman hangat ini, kedatangan tukang jamu juga dinantikan oleh ibu-ibu khususnya loh. Iya dinantikan sebagai arena ngerumpi seru.

5. Kernet
Dulu pas saya zaman SMA, pekerjaan ini masih banyak diminati. Namun sekarang sudah jarang banget terlihat. Karena gaji kecil dan risiko jatuh yang besar, banyak orang yang memilih untuk membawa mobil angkutannya tanpa kernet. Dulu pekerjaan ini meluas karena masih banyak orang menggunakan angkutan umum. Sekarang karena semua orang khususnya di desa sudah hampir memiliki kendaraan sendiri sekalipun itu kredit, minat untuk naik kendaraan umum jadi menurun deh.

6. Pemungut sayur dan beras
Saya pikir pekerjaan ini cuman ada di Jakarta. Ternyata di Lombok juga ada profesi serupa. Para pekerja yang memungut ini menggunakan bahan pungutannya yang terbaik untuk dijual kembali. Pembelinya lumayan juga karena harganya kan lebih murah. Namun kalau pasar tradisional nantinya dibuat lebih rapi, profesi ini sepertinya akan hilang deh.

7. Pencari pakan sapi
Ini pekerjaan yang luar biasa bagi saya. Sapi adalah raja. Itulah prinsip mereka. Pagi-pagi uda harus siap menyabit rumput di sawah-sawah yang sudah panen atau di kuburan. Sorenya harus bergegas mencari lagi, sebelum para sapi meronta-ronta tak sabaran meminta haknya. Bawaannya gak main-main, berkilo-kilo rumput. Dulu, orang-orang masih menggunakan argo. Gak kebayang gimana lelahnya. Atau kalau seandainya jarak tempat mengambil rumputnya jauh, mereka harus patungan dengan pencari rumput di area yang jauh jaraknya. Akhirnya mereka pun hanya menyisihkan uang untuk biaya sewa truk. Sekarang Alhamdulillah sudah mulai terbantu, dengan adanya motor, pekerjaan yang sulit itu lumayan tidak melelahkan lagi.

8. Tukang heler
                                        Sumber gambar:  google
Saya ingat dulu mbah saya sering menyuruh ke tukang heler. Saya kurang tahu di bahasa, heler itu dari kata apa (ya itu sebenarnya tugas saya). Intinya pekerjaan ini hampir mirip seperti tukang fotokopi. Orang-orang ini mempunyai alat heler dan untuk orang yang mau menggunakan jasanya bisa membayar ke dia. Bunyi nyaring mesin heler ini ampuh membuat saya gak mendengar suara televisi walau sudah dengan volume penuh. Yang dihelerkan biasanya beras, ketan, dan kopi. Karena masih banyak yang enggan beli tepung kemasan atau kopi kemasan, profesi ini masih tetap hidup khususnya di desa-desa.

Nah itu adalah beberapa profesi yang saya kategorikan sebagai pekerjaan unik ala Indonesia. Buat kalian yang punya rekomendasi tambahan, sangat senang sekali jika bisa melihatnya di kolom komentar. See you on the next post.

Komentar

Postingan Populer