Miskin dalam Maksud Yang Sebenarnya
Perjalanan menuju Lemor tepatnya ke Desa Babadisan sangat mengesankan. Jalan-jalan bersama Iwah terasa lebih bermakna ketika kami ditemani oleh Amaq Kia dan Azril mengelilingi kawasan Kebun Raya Lemor. Walaupun sempat diguyur hujan dan persepsi ku yang agak pelit ini membuat bebera momen agak keki. Hal itu karena rasa tidak enak karena seharusnya kami yang harus bayar biaya itu, bukan Amaq Azril. Namun kebaikan Amaq Azril sangat berarti, memang orang kaya itu tidak harus banyak uang. Banyak membantu juga bukti kekayaan yang melekat pada seseorang.
Di tengah ladang luas di daerah kecamatan Sembalun, hidup jutaan orang yang mengandalkan perekonomian mereka dengan tanamn apa pun. Karena semua tanaman hidup subur dan berlimpah. Sebut saja stoberi, tomat, ubi ungu, pisang, wortel, kopi, dan banyak sayuran dan buah dapat tumbuh subur di daerah yang baru sebulan lalu ditimpa musibah Gempa Lombok. Kemudian apa bayangan kalian terhadap kehidupan mereka? Pasti jadi petani yang sukses dong. Karena hasil tanaman yang berkualitas banyak mereka salurkan ke seluruh pulau di Nusa Tenggara Barat hingga ke luar pulau. Namun bayangan kaya yang diwakili rumah besar, baju bagus, gadget terbaru hanyalah sebatas kriteria kaya dalam hal materi. Dalam keadaan aslinya, rumah mereka begitu sederhana. Dengan lantai semen yang dalam bahasa sasaknya lepayan, mereka hidup sekeluarga dengan atap anyaman kayu. Belum lagi kondisi rumah mereka semakin terlihat agak menyedihkan dengan retakan di sisi tembok dan lantai akibat gempa sebulan lalu. Walaupun keadaannya seperti itu, mereka tetap berbagi dan tidak segan-segan memberi hasil kebun mereka dengan teman dan sanak keluarga lain. Itu lah sebenarnya makna kaya.
Berikut ini hasil jepretan Wisata Kebun Lemor yang saya abadikan. Jika berniat datang, kalian memilih hal yang benar.
Di tengah ladang luas di daerah kecamatan Sembalun, hidup jutaan orang yang mengandalkan perekonomian mereka dengan tanamn apa pun. Karena semua tanaman hidup subur dan berlimpah. Sebut saja stoberi, tomat, ubi ungu, pisang, wortel, kopi, dan banyak sayuran dan buah dapat tumbuh subur di daerah yang baru sebulan lalu ditimpa musibah Gempa Lombok. Kemudian apa bayangan kalian terhadap kehidupan mereka? Pasti jadi petani yang sukses dong. Karena hasil tanaman yang berkualitas banyak mereka salurkan ke seluruh pulau di Nusa Tenggara Barat hingga ke luar pulau. Namun bayangan kaya yang diwakili rumah besar, baju bagus, gadget terbaru hanyalah sebatas kriteria kaya dalam hal materi. Dalam keadaan aslinya, rumah mereka begitu sederhana. Dengan lantai semen yang dalam bahasa sasaknya lepayan, mereka hidup sekeluarga dengan atap anyaman kayu. Belum lagi kondisi rumah mereka semakin terlihat agak menyedihkan dengan retakan di sisi tembok dan lantai akibat gempa sebulan lalu. Walaupun keadaannya seperti itu, mereka tetap berbagi dan tidak segan-segan memberi hasil kebun mereka dengan teman dan sanak keluarga lain. Itu lah sebenarnya makna kaya.
Berikut ini hasil jepretan Wisata Kebun Lemor yang saya abadikan. Jika berniat datang, kalian memilih hal yang benar.




Komentar
Posting Komentar