Bahasa Wahyu VS Bahasa Arab
Bahasan tentang teroris menjadi topik
yang tergolong kompleks. Hal yang sederhana saja bisa jadi rumit urusannya
kalau sudah berkelitan dengan agama. Jadi, banyak pikiran berkelumit apa yang
mendasari tindakan radikal tersebut. Setelah menonton Indonesia Lawyers Club
(ILC) yang kebetulan berdiskusi tentang masalah ini, saya dan bapak merenung
bersama tentang esensi Quran sebagai kitab sejuta umat.
Renungan itu hanya bertahan sampai jam
10 malam. Karena kita berdua lelah dan memilih istirahat saja. Kemudian,
berlanjut lagi membicarakan hal itu setelah Bapak selesai menonton Siraman
Kalbu Ustad Danu. Well, acara yang baru-baru tayang ini cukup populer di
masyarakat. Entah karena ketertarikan masyarakat dengan dunia mistis atau
memang kerinduan masyarakat dengan cerita-cerita gaib yang nyatanya acapkali mereka
alami. Hal yang menarik yang menjadi topik lanjutan kami adalah ketika Danu menyembuhkan
pasiennya. Dengan membacakan ayat yang tidak asing bagi seorang muslim, seperti
surat-surat pendek, kalimat pujian, shalawat, dan ayat kursi, Ustad Danu dalam
programnya memberikan semacam titik terang bagi permasalahan yang dialami
pasien-pasiennya.
Selain karena pembawaan acara ini yang
santai dan lawakan Irfan Hakim yang mengocok perut, tayangan ini banyak
menyadarkan mengenai hal-hal yang perlu kita amati sebagai muslim. Dari segi
tajwid, pembacaan atau lafal Ustad Danu banyak yang bisa dikatakan tidak sesuai
bunyi yang dalam aturannya standar didengungkan. Seperti tidak ada kejelasan
antara bunyi ح dengan ه atau ك dengan ق, dalam
pengajian atau dalam pengajaran tajwid, bukankah jika bacaannnya salah akan
memunculkan makna yang berbeda dan tidak sampai doanya? Di situlah
pertanyaannya, kok bisa dikabulkan ya segala doa dari Ustad Danu?
Secara aturan, memang tidak sesuai
dengan fonologi bahasa Arab, tetapi hatinya pasti bersih makanya doanya dapat
dikabulkan. Berarti gimana dong? Ada yang bilang, bacalah yang kita mengerti,
seperti niat atau bacaan doa lain tak apa pakai bahasa sendiri asal berdoa
dengan hati yang bersih. Berdasarkan masalah ini, apa hubungan bahasa wahyu
dengan bahasa Arab? Bacaan di kitab umat Muslim ini menjadi acuan pembuatan
bahasa Arab. Atau bahasa Arab mengacu ke bahasa wahyu yang diaplikasikan dengan
bahasa Arab?
Berdasarkan yang saya lihat memang
begitu. Toh, Allah menggunakan bahasa Arab karena itu termasuk bahasa yang populer
di zaman Nabi. Kemudian, dengan meluasnya persebaran umat Muslim, Alquran diterjemahkan
ke banyak bahasa untuk memudahkan dalam pemahaman makna. Nah, setelah masuk ke terjemahan,
muncul lagi masalah baru, apakah setiap terjemahan itu sudah sesuai? Apa dasar
kita percaya akan terjemahan itu?
Kalau kata bapak, memang islam mulai
linglung ketika ada perpecahan kubu internal. Jadi sulit untuk mendapatkan yang
murni ajaran Allah yang dialirkan ke Al Quran. Namun itulah tantangan kita agar
terus berpacu mencari jati diri kemuslimanan kita. Kuncinya kritis, ilmu
akhirat adalah ilmu wajib. Sampai mati memang seorang muslim harus terus
belajar. Dengan berpikir kritis, tindakan radikal seperti terorismi tidak akan
terjadi lagi.


Komentar
Posting Komentar